Berdasarkan referensi jurnal yang saya baca menyebutkan bahwa penentuan kadar amonium klorida dilakukan secara argentometri menggunakan potensiometer yaitu berdasarkan reaksi pengendapan atau pembentukan garam tidak larut pada senyawa halogen ketika bereaksi dengan ion Ag+ dari titran. Dari video anda sebagai penyaji menyebutkan bahwa penentuan kadar amonium klorida dalam sediaan obat itu sangat penting untuk uji kualitas produk agar obat memiliki khasiat dan keamanan yang dapat diterima pasien dan anda juga menyebutkan berdasarkan farmakope 5 penentuan amonium klorida dapat dilakukan dengan metode argentometri dan untuk hasil analisis kadar amonium dalam obat batuk hitam secara argentometri belum tersedia data validasinya dan anda juga menyebutkan perlu dilakukan validasi dengan acuan akurasi, presisi, linearitas, batas deteksi dan nilai estimasi ketidakpastian pengukuran. Nah yang ingin saya tanyakan bagaimana titrasi argentometri dalam penentuan kadar amonium klorida mendapatkan hasil yang valid berdasarkan parameter yang telah anda sebutkan
Jadi dari jurnal yang saya gunakan menyebutkan bahwa data ini bisa disebutkan valid apabila presisi atau keterulangannya telah memenuhi syarat keberterimaan. Yang dimana sesuai dengan parameter validasi yang dijadikan acuan dan dapat menberikan jaminan bahwa hasil yang didapat terpecaya. Dimana pada penggunaan metode argentrometri penentuan kadar amonium klorida pada obat batuk hitam presisi dan keterulangan belum memenuhi syarat keberterimaan. Yang dimana bisa disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode titrasi ini pada penentuan amonium klorida dalam obat batuk hitam belum dinyatakan valid.
Apabila ketidakpastian pengukuran didapatkan maka bisa dilakukan pengulangan saat titrasi, untuk meminimalkan ketidakpastian pengukuran saat pengulangan titrasi harus dilakukan oleh analis yang kompeten.
Berdasarkan referensi jurnal yang saya baca menyebutkan bahwa penentuan kadar amonium klorida dilakukan secara argentometri menggunakan potensiometer yaitu berdasarkan reaksi pengendapan atau pembentukan garam tidak larut pada senyawa halogen ketika bereaksi dengan ion Ag+ dari titran. Dari video anda sebagai penyaji menyebutkan bahwa penentuan kadar amonium klorida dalam sediaan obat itu sangat penting untuk uji kualitas produk agar obat memiliki khasiat dan keamanan yang dapat diterima pasien dan anda juga menyebutkan berdasarkan farmakope 5 penentuan amonium klorida dapat dilakukan dengan metode argentometri dan untuk hasil analisis kadar amonium dalam obat batuk hitam secara argentometri belum tersedia data validasinya dan anda juga menyebutkan perlu dilakukan validasi dengan acuan akurasi, presisi, linearitas, batas deteksi dan nilai estimasi ketidakpastian pengukuran. Nah yang ingin saya tanyakan bagaimana titrasi argentometri dalam penentuan kadar amonium klorida mendapatkan hasil yang valid berdasarkan parameter yang telah anda sebutkan
BalasHapusJadi dari jurnal yang saya gunakan menyebutkan bahwa data ini bisa disebutkan valid apabila presisi atau keterulangannya telah memenuhi syarat keberterimaan. Yang dimana sesuai dengan parameter validasi yang dijadikan acuan dan dapat menberikan jaminan bahwa hasil yang didapat terpecaya. Dimana pada penggunaan metode argentrometri penentuan kadar amonium klorida pada obat batuk hitam presisi dan keterulangan belum memenuhi syarat keberterimaan. Yang dimana bisa disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode titrasi ini pada penentuan amonium klorida
Hapusdalam obat batuk hitam belum dinyatakan valid.
Apabila ketidakpastian pengukuran didapatkan maka bisa dilakukan pengulangan saat titrasi, untuk meminimalkan ketidakpastian
pengukuran saat pengulangan titrasi harus dilakukan oleh analis yang kompeten.