pada video dan jurnal dijelaskan bahwa nilai rata2 titrasi yang didapat berkisar antara 13-16 tetesan dengan titrasi secara langsung, sedangkan menurut jurnal yang saya temukan, kisaran nilai rata-rata 24 - 25. Pada nilai G memiliki kisaran nilai rata-rata 30-31, sedangkan nilai B berkisar antara nilai 24 - 25. yang artinya tidak sedikit jauh perbedaan tetesan titrasi nya. yang ingin saya tanyakan adalah, apa yang mendasari perbedaan tetesan titrasi, apakah volume bahan, kecepatan titrasi atau ada hal lain?
Pada video memang tidak menyinggung mengenai suhu pada penetapan kadar vitamin C pada jeruk nipis. Namun dari jurnal yang saya baca, suhu penyimpanan vitamin C sangat mempengaruhi kadar yang akan didapatkan. Dimana pada jurnal, dikatakan pada sampel semangka yang disimpan pada suhu ruang dan suhu dingin menghasilkan kadar yang berbeda dengan menggunakan metode iodimetri. Jadi, apakah pada penetapan kadar vitamin C dengan metode iodimetri pada jeruk nipis tersebut terdapat pengaruh suhu penyimpanan dalam penetapan kadar vitamin C-nya karena sama sama menggunakan metode iodimetri dan berikan sedikit pendapat anda apakah suhu penyimpanan penting untuk diperhatikan ketika ingin menetapkan kadar vitamin C terutama pada metode iodimetri?
Jadi menurut pendapat saya suhu ini dapat mempengaruhi kadar daei vitamin C pada jeruk nipis. Dari jurnal yang saya baca, suhu penyimpanan dapat mempengaruhi kadar vitamin C. Suhu yang terlalu tinggi (panas) yang dapat menyebabkan rusaknya struktur vitamin C Karena adanya alkali atau suasana basa selama pengolahan dan membuka tempat berisi vitamin C, sebab oleh udara akan terjadi oksidasi yang tidak reversible. Vitamin C mudah teroksidasi dan proses tersebut dipercepat oleh panas, sinar atau enzim oksidasi. Oksidasi akan terhambat bila vitamin C dibiarkan dalam keadaan asam atau suhu rendah.
pada video dan jurnal dijelaskan bahwa nilai rata2 titrasi yang didapat berkisar antara 13-16 tetesan dengan titrasi secara langsung, sedangkan menurut jurnal yang saya temukan, kisaran nilai rata-rata 24 - 25. Pada nilai G memiliki kisaran nilai rata-rata 30-31, sedangkan nilai B berkisar antara nilai 24 - 25. yang artinya tidak sedikit jauh perbedaan tetesan titrasi nya. yang ingin saya tanyakan adalah, apa yang mendasari perbedaan tetesan titrasi, apakah volume bahan, kecepatan titrasi atau ada hal lain?
BalasHapusPada video memang tidak menyinggung mengenai suhu pada penetapan kadar vitamin C pada jeruk nipis. Namun dari jurnal yang saya baca, suhu penyimpanan vitamin C sangat mempengaruhi kadar yang akan didapatkan. Dimana pada jurnal, dikatakan pada sampel semangka yang disimpan pada suhu ruang dan suhu dingin menghasilkan kadar yang berbeda dengan menggunakan metode iodimetri. Jadi, apakah pada penetapan kadar vitamin C dengan metode iodimetri pada jeruk nipis tersebut terdapat pengaruh suhu penyimpanan dalam penetapan kadar vitamin C-nya karena sama sama menggunakan metode iodimetri dan berikan sedikit pendapat anda apakah suhu penyimpanan penting untuk diperhatikan ketika ingin menetapkan kadar vitamin C terutama pada metode iodimetri?
BalasHapusJadi menurut pendapat saya suhu ini dapat mempengaruhi kadar daei vitamin C pada jeruk nipis. Dari jurnal yang saya baca, suhu penyimpanan dapat mempengaruhi kadar vitamin C. Suhu yang terlalu tinggi (panas) yang dapat menyebabkan rusaknya struktur vitamin C Karena adanya alkali atau suasana basa selama pengolahan dan membuka tempat berisi vitamin C, sebab oleh udara akan terjadi oksidasi yang tidak reversible. Vitamin C mudah teroksidasi dan proses tersebut dipercepat oleh panas, sinar atau enzim oksidasi. Oksidasi akan terhambat bila vitamin C dibiarkan dalam keadaan asam atau suhu rendah.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus